Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

kumpulan puisi permohonan maaf





Ambillah waktu untuk BERFIKIR, itu adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.

Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.

Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.

Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti.

Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.

Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.




Sungguh benar bahwa kita tidak tahu

apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya,

tetapi sungguh benar pula

bahwa kita tidak tahu

apa yang belum pernah kita miliki

sampai kita mendapatkannya.



Kebanggan merupakan dasar yang kuat dari sikap kita yang tidak mau memaafkan, karena kebanggan bisa mencegah kita untuk memaafkan. Kebanggaan yang berlebihan seringkali merupakan karakteristik dari seseorang yang angkuh. Yaitu orang yang meyakini bahwa, “Saya jauh lebih unggul dari orang yang telah menyakiti saya. Saya tidak membutuhkannya. jadi, saya tidak perlu memaafkannya.



Ketika rasa bersalah membelenggu kita,

maka bicarakanlah dan biarkan ia pergi.

Masa lalu telah berakhir.

Inilah saat untuk bertanya

apakah yang kita lakukan itu benar,

bukan apakah yang kita lakukan itu salah.

Maafkan diri kita sendiri dan teruslah maju.

Milikilah keberanian untuk meminta pertolongan.



Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.

Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.



Ku tak Pernah menuruti kemauanMu,

Ku selalu menjalani LaranganMu,

Ku tak peduli akan SiksaMU,

Ku telah Lupa Karena KAMU lah yang memberikan kehidupan,

ku tersadar kalau aku ini hanya makhluk yang tak berdaya,

berbuat seakan penguasa alam,

ku sudah merasakan takut padaMu,

ku sudah mulai takut karena SiksaMU,

ku ingin kembali Ke jalanMu,

an memperbaiki Kesalahan Yang dulu PadaMU

Ya robbi.



Pemberian maaf yang tulus tidak menuntut seorang untuk meminta maaf atau berjanji untuk berubah. jangan khawatir apa mereka akhirnya mengerti anda atau tidak. Cintailah mereka dan bebaskan mereka. Hidup akan memberikan cahaya kebenaran kepada semua orang dengan cara dan waktunya sendiri–seperti yang terjadi kepada anda dan aku sendiri.



Aku bisa memaafkan,

tetapi tidak bisa melupakan,

merupakan satu-satunya cara untuk mengatakan,

Aku tidak mau memaafkan.

Memaafkan seperti sebuah kertas

dengan dua muka–yang kemudian dibakar,

sehingga ia tidak bisa

jika hanya menampilkan satu sisi saja.



Memaafkan bukan berarti menghapus masa lalu yang terasa pahit. Sebuah kenangan yang sehat bukanlah kenangan yang dihapus. tetapi, memaafkan apa yang tidak bisa kita lupakan mampu menciptakan sebuah jalan baru untuk mengingat. Kita mengubah kenangan masa lalu menjadi sebuah harapan di masa depan.



Pengampunan adalah kunci yang dapat membuka pintu kekesalan

dan borgol kebencian.

Ia merupakan kekuatan yang bisa memutuskan rantai belenggu

kepahitan dan mementingkan diri sendiri.



Memberikan maaf merupakan sebuah keputusan dan perubahan nyata di dalam pengalaman emosi. Perubahan dalam emosi sangat berhubungan dengan mental yang lebih baik dan kesehatan fisik.



Setelah memandang masa lalu,

setelah meminta maaf,

dan setelah melakukan perubahan,

mari kita tutup rapat-rapat masa lalu –

bukan untuk melupakannya

tetapi agar ia tidak membelenggu kita.



Kemampuan untuk memaafkan dan mencintai merupakan senjata Tuhan yang telah diberikan kepada kita agar bisa hidup sepenuhnya, dengan penuh keberanian, dan penuh arti di dunia yang fana ini.
U42PRGSSA9SB

Senin, 25 Juni 2012

kumpulan puisi-puisi mustofa bisri

kumpulan puisi-puisi mustofa bisri















sujud



Bagaimana kau hendak bersujud pasrah

sedang wajahmu yang bersih sumringah

keningmu yang mulia

dan indah begitu pongah

minta sajadah

agar tak menyentuh tanah.



Apakah kau melihatnya

seperti iblis saat menolak menyembah bapakmu

dengan congkak,

tanah hanya patut diinjak,

tempat kencing dan berak

membuang ludah dan dahak

atau paling jauh hanya jadi lahan

pemanjaan nafsu

serakah dan tamak.



Apakah kau lupa

bahwa tanah adalah bapak

dari mana ibumu dilahirkan,

tanah adalah ibu yang menyusuimu

dan memberi makan

tanah adalah kawan yang memelukmu

dalam kesendirian

dalam perjalanan panjang

menuju keabadian.



Singkirkan saja

sajadah mahalmu

ratakan keningmu,

ratakan heningmu,

tanahkan wajahmu,

pasrahkan jiwamu,

biarlah rahmat agung

Allah membelai

dan terbanglah kekasih




Cintamu



bukankah aku sudah mengatakan kepadamu kemarilah
rengkuh aku dengan sepenuh jiwamu
datanglah aku akan berlari menyambutmu
tapi kau terus sibuk dengan dirimu
kalaupun datang kau hanya menciumi pintu rumahku
tanpa meski sekedar melongokku
kau hanya membayangkan dan menggambarkan diriku
lalu kau rayu aku dari kejauhan
kau merayu dan memujaku
bukan untuk mendapatkan cintaku
tapi sekedar memuaskan egomu
kau memarahi mereka
yang berusaha mendekatiku
seolah olah aku sudah menjadi kekasihmu
apakah karena kau cemburu buta
atau takut mereka lebih tulus mencintaiku
Pulanglah ke dirimu
aku tak kemana mana






Bagi Mu



Bagimu kutancapkan kening kebanggaanku pada

rendah tanah,

telah kuamankan sedapat mungkin

maniku,

kuselamat-selamatkan Islamku

kini dengan

segala milikMu ini

kuserahkan kepadaMu Allah

terimalah.



Kepala bergengsi yang terhormat ini

dengan kedua

mata yang mampu menangkap

gerak-gerik dunia,

kedua telinga

yang dapat menyadap kersik-kersik

berita,

hidung yang bisa mencium wangi parfum

hingga borok manusia,

mulut yang sanggup menyulap

kebohongan jadi kebenaran

seperti yang lain hanyalah

sepersekian percik tetes anugrahMu.



Alangkah amat

mudahnya Engkau

melumatnya Allah,

sekali Engkau

lumat terbanglah cerdikku,

terbanglah gengsiku

terbanglah kehormatanku,

terbanglah kegagahanku,

terbanglah kebanggaanku,

terbanglah mimpiku,

terbanglah hidupku.



Allah,

jika terbang-terbanglah,

sekarangpun aku pasrah,

asal menuju haribaan rahmatMu.





Di Arafah



Terlentang aku
seenaknya dalam pelukan bukit-bukit
batu bertenda langit biru,
seorang anak entah
berkebangsaan apa
mengikuti anak mataku
dan dalam
isyarat bertanya-tanya
kapan Tuhan turun?
Aku tersenyum.
Setan mengira dapat mengendarai
matahari,
mengusik khusukku apa tak melihat
ratusan ribu hati putih
menggetarkan bibir,
melepas dzikir,
menjagamu
dari jutaan milyar malaikat
menyiramkan berkat.
Kulihat diriku
terapung-apung
dalam nikmat dan sianak
entah berkebangsaan apa
seperti melihat arak-arakan
karnaval menari-nari
dengan riangnya.


Terlentang aku
satu diantara jutaan tumpukan
dosa yang mencoba menindih,
akankah
kiranya bertahan dari banjir
air mata penyesalan
massal ini


Gunung-gunung batu
menirukan tasbih kami,
pasir menghitung wirid kami
dan sianak
yang aku tak tahu
berkebangsaan apa
tertidur dipangkuanku
pulas sekali




Di Pelataran AgungMu Nan Lapang



Di pelataran agungMu

nan lapang kawanan burung merpati

sesekali sempat memunguti butir-butir

bebijian yang Engkau tebarkan

lalu terbang lagi

menggores-gores biru langit

melukis puja-puji

yang hening



Di pelataran agungMu

nan lapang aku setitik noda

setahi burung merpati menempel pada pekat

gumpalan yang menyeret warna bias kelabu

berputaran mengatur

melaju luluh dalam gemuruh

talbiah, takbir dan tahmit

Dikejar dosa-dosa

dalam kerumuman dosa

ada sebaris doa

siap kuucapkan

lepas terhanyut air mata

tersangkut di kiswah nan hitam



Di pelataran agungMu

nan lapang

aku titik-titik tahi merpati

menggumpal dalam titik noda berputaran,

mengabur, melaju, luluh

dalam gemuruh talbiah,

takbir dan tahmit

mengejar ampunan dalam lautan

ampunan

terpelanting dalam qouf dan roja.





Kaum Beragama Negeri Ini



Tuhan,
lihatlah
betapa baik kaum beragama
negeri ini
mereka terus membuatkanmu
rumah-rumah mewah
di antara gedung-gedung kota
hingga di tengah-tengah sawah
dengan kubah-kubah megah
dan menara-menara menjulang
untuk meneriakkan namaMu
menambah segan
dan keder hamba-hamba
kecilMu yang ingin sowan kepadaMu.


NamaMu mereka nyanyikan dalam acara
hiburan hingga pesta agung kenegaraan.
Mereka merasa begitu dekat denganMu
hingga masing-masing
merasa berhak mewakiliMu.


Yang memiliki kelebihan harta
membuktikan
kedekatannya dengan harta
yang Engkau berikan
Yang memiliki kelebihan kekuasaan
membuktikan kedekatannya dengan
kekuasaannya yang Engkau limpahkan.
Yang memiliki kelebihan ilmu
membuktikan
kedekatannya dengan ilmu
yang Engkau karuniakan.


Mereka yang engkau anugerahi
kekuatan sering kali bahkan merasa
diri Engkau sendiri
Mereka bukan saja ikut
menentukan ibadah
tetapi juga menetapkan
siapa ke sorga siapa ke neraka.


Mereka sakralkan pendapat mereka
dan mereka akbarkan
semua yang mereka lakukan
hingga takbir
dan ikrar mereka yang kosong
bagai perut bedug.
Allah hu akbar walilla ilham.


Gelisahku



gelisahku adalah gelisah purba

adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu

kapan akan kembali

bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan

namun ngungunku mengapa kau tinggalkan

aku sendiri

sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung

dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih

sepersejuta saja kasihmu

jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu

cukup sekali, kekasih

tak lagi,

tak lagi sejenak pun

aku berpaling

biarlah gelisahku jadi dzikirku

Minggu, 16 Oktober 2011

puisi renungan



color="#008000">betapa berharganyadia


"JgaLah orang yang kamu sayang selalu
karena gak seLamanya kamu bisa mMLikinya,


nikmti tiap waktu'mu bersamanya
Krn,, mgkin besuk kamu kehilangan dia.


hari ini dia di sebelah Mu,, tp ngeLiat saja kamu gak sempat..
dtik inh dia seNyum tuluz ke'kmu,, tapi kamu cuma Liat sepiNtaz..
Mstinya kamu sadar,, gak seLamanya dia stia menuNggu kamu.


sa'at kakinya pergi meLangkah,, kamu cuma bisa diam melihatnya..
sa'at dia Lari jauh,, jauh meniNggin km,, kamu cuma bs triak "janja pergi,, aku masih butuh kamu
Tapi mungkin dia cuma Liat sepiNtaz,,tanpa senyum.."


color="99ffff">ketulusan
Disaat engkau ingin melepaskan seseorang
ingatlah pada saat engkau ingin mendapatkannya


Disaat engkau mulai tidak mencintainya ingatlah saat pertama engkau jatuh cinta padanya


Disaat kamu mulai bosan dengannya
…ingatlah selalu saat terindah bersamanya


Disaat engkau ingin menduakannya
…bayangkan jika dia selalu setia


Saat engkau ingin membohonginya
…ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka engkau akan merasakan arti dia untukmu


Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
engkau baru menyadari semua arti dirinya untukmu


Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari
Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian
Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga


Ingatlah pada pepatah,“Jika engkau tidak memiliki apa
yang engkau sukai,
maka sukailah apa yang engkau miliki saat ini
Belajarlah menerima apa adanya dan berpikir
positif….


Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun
semuanya sirna tak berbekas
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak
terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa,
namun…Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum
pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa
dimiliki


Apalagi yang mau diperebutkan ?
Apalagi yang mau disombongkan ?
Jalani hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka
yang berjasa bagi kita


Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa…
Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan….
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

puisi cinta ,puisi sufi

color="#FF0000">syair cinta para sufi


Kuselesaikan tarian cintaku. Dalam sujud
dalam wujud. Dalam fikir dalam dzikir.
Sedalamnya cinta yg dalam.
Kutuntaskan sajak cintaku. Sepanjang
ma'rifat sepanjang hayat. Sepanjang iman
sepanjang jalan. Sepanjang cinta yg
panjang.
Hingga tak tersisa dalam jiwaku. Setitik
embun duniawi. Pun putri.
Sebab cintaku. Telah hamba damba. Pada-
Mu cinta ini kupersembahkan. Hanya pada
Mu. Ya Robbi.


BUNGA KAMBOJA

Adakah yang lebih setia. Selain bayang-
bayang daun kamboja. Tak lekang waktu itu
rindu. Cinta menembus sang fana. Seperti
janji-janjinya. Yg tak berubah, dan tak
pernah berubah disegala waktu. Hingga
sampai berakhirnya dunia.
Meski sedikit demi sedikit. Sang hamba
menggerogotinya. Hingga engkau gemetar.
Ketika kamboja membayang. Yg daunnya
melambai riang tuk menghantar pulang
kepadaNya.


LAILATUL QODAR

Inilah malam yg Alloh janjikan. Lebih
bermakna dari seribu bulan.
Butir-butir putih. Memilih insan putih hati.
Yg mengerti. Langkah tak sepanjang
sajadah.
Dilangit. Kerlip bintang berganti riang. Iringi
Jibril turun kebumi.
Angin enggan berhembus. Mengheningkan
malam. Hingga fajar tiba.
Malam lailatul qodar. Malam impian.
Mukmin diatas bumi Alloh.
mencintai

Semua manusia pasti pernah mencinta
dan dicintai. Maka tak ada baiknya jika
seseorang tidak mencintai. Celaka bagi
dunia ketika penduduknya tidak mencintai
atau dicintai. Dunia tidak ada baik dan
nikmatnya jika engkau tidak mencintai
siapa-siapa. Tinggalah bersama orang yg
kau nikmati cintanya. Karena zaman akan
memangsamu jika kamu sendirian.



pandangan

Semua bencana itu bersumber dari
pandangan. Seperti api besar itu
bersumber dari percikan bunga api. Betapa
banyak pandangan yg menancap dlm hati
seseorang. Seperti panah yg terlepas dr
busurnya. Selagi seseorang memiliki mata,
berasal dr sumber matalah semua
marabahaya. Mudah beban melakukannya,
dilihatpun tak berbahaya. Tapi, jgn ucapkan
selamat datang kesenangan sesaat yg
kembali membawa bencana...

Selasa, 09 November 2010

SYAIR SUFI(keraguan)


Engkau ajukan pertanyaan: mengapa fikiranmu bersimpang siur mengapa dukacita tidak terlepas daripadamu.
Wahai Pelindung diriku apabila aku mendatangi Mu dengan diriku aku kecundang fikiranku tidak bisa menjurus jiwaku tidak bias tenang keraguan tidak terpisah dari diriku. Pengalaman ini membuatku mengerti mengenali Mu bukanlah dengan diriku pengenalan Mu adalah dengan Diri Mu. Cahaya Mu yang menyatukan segala fikiran cahaya Mu yang membakar segala kerisauan. Daku bukakan hatiku sambil memohon: wahai ar-Rahman! penuhilah hatiku dengan cahaya Mu tanpa cahaya Mu mana mungkin daku melihat Mu.

Senin, 08 November 2010

KAHLIL GIBRAN


Daku terbang dengan sayap Rahmani Mu Menggalas ilmu di atas belakang Agar daku tidak se
sat di jalanan Tapi ilmu ini amat membebankan daku Hingga daku tidak terdaya terbang tinggi Izinkan daku mencampakkan ilmu ke bumi Biar sayap Rahmani Mu sendiri membawa ku pergi Sesuka dan semahu Mu. Engkau ciptakan daku hanya untuk Mu Maksud dan tujuan ku hanyalah Engkau Sampaikan daku kepada tujuan penciptaan dan matlamat ku.